cara menghitung pajak progresif mobil picanto

Pajak progresif bukan cuma isu, ini benar-benar terjadi dan sudah berlaku dengan surat edaran dari pemerintah daerah Provinsi DKI Jajarta. Pajak progresif ini ternyata tidak berdampak hanya pada kendaraan dengan plat hitam saja, saat ini plat merah juga kena imbasnya dengan dikenakan biaya BBN. Tidak Percaya? tunggu saja upload scanan STNK plat merah yang sudah kenakan biaya BBN (Kasus 2).

Ni Dia Scanan STNK Plat Merah….

Materi Sosialisasi tarif pajak progresif kendaraan bermotor.

Pengumuman.

Sebagai tindak lanjut ketentuan pasal 7 peraturan daerah nomo 8 tahun 2010 tentang pajak kendaraan bermotor (PKB), terhitung mulai tanggal 1 Januari 2011, tarif pajak kendaraan bermotor di Provinsi DKI Jakarta ditetapkan sebagai berikut:

> Tarif pajak kendaraan bermotor kepemilikan pribadi

Kendaraan bermotor kepemilikan orang pribadi berdasarkan nama dan/atau alamat yang sama dikenakan tarif pajak progresif sebesar:

1. Kendaraan pertama 1,5 %
2. Kendaraan kedua 2%
3. Kendaraan ketiga 2,5%
4. Kendaraan keempat dst 4%

Biar tidak penasaran tentang bagaimana cara perhitungan pajak progresif tersebut, berikut saya ilustrasikan sedikit berdasarkan STNK Mobil Picanto yang sudah jadi. Memang ada selisih sedikit antara mobil pertama dan mobil kedua.

Kasus 1.

New Picanto Cosmo, untuk mobil pertama dikenakan BBN-nya (Biaya Balik Nama) sebagai berikut:

TARIF PAJAK NORMAL (HANYA MEMPUNYAI 1 UNIT MOBIL) TARIF PAJAK PROGRESIF (MEMPUNYAI 2 UNIT MOBIL)
BBN-KB          Rp. 7.600.000.-
PKB                 Rp. 1.140.000.-
SWDKLLJ      Rp.     143.000.-
ADM. STNK  Rp.       75.000.-
ADM TNKB   Rp.       50.000.-
BBN-KB          Rp. 7.600.000.-
PKB                 Rp. 1.520.000.-
SWDKLLJ      Rp.     143.000.-
ADM. STNK  Rp.        75.000.-
ADM TNKB   Rp.        50.000.-

Jadi selisih pajak mobil pertama dan kedua adalah Rp. 380.000.- atau jadi 20% dari BBN-KB di mana sebelumnya cuma 15%. Jadi yang berubah dan berlaku progresif adalah PKB-nya (Pajak Kendaraan Bermotor). Lebih mudahnya, BBN KB adalah 10% dari harga Faktur, sedangkan PKB mobil pertama adalah 15% dari BBN-KB dan mobil kedua adalah 20% dari BBN-KB.

Itu artinya semakin mahal harga mobil yang Anda beli, untuk mobil berikutnya, Semakin mahal PKB yang dikenakan. Berapa Mobil keempat kalau Harga Faktur Anda 400.000.000,-? hem… Rp. 16.000.000.- dan BBN-KB anda adalah Rp. 40.000.000.-

About these ads
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: